Malam-Malam Begini, Enaknya Minum Kopi

"Malam-malam begini, enaknya minum kopi," ucap Fikri, salah satu tokoh ceritaku yang sebenarnya tidak suka kopi.

Saya juga tidak suka kopi. Rasanya pait. Saya lebih suka susu. Terus kenapa judulnya seperti ini kalau ujung-ujungnya saya tidak suka kopi? Kalau ujung-ujungnya saya tidak akan membahasa kopi?


Ya, ndak papa. Biar judulnya keliatan dramatis, gitu.


Saya sendiri bingung mau menulis apa. Oh iya, sekarang saya sudah SMA, jika ada yang bertanya. Hidup di tengah lingkungan baru khas anak SMA. Sekolah saya kali ini, letaknya jauh dari rumah saya. Padahal Pak Ridwal Kamil bikin aturan rayon segala biar kita milih sekolah yang dekat-dekat saja. Wkwk .. Habis mau bagaimana? Saya dan orang tua prefer SMA ini dibanding SMA dekat rumah.

Balik lagi ke topik awal, mari kita bicara mengenai kopi, jika kalian merasa saya PHP akan judul pos ini.




Seperti yang saya bilang, saya tidak suka kopi. Rasanya pahit. Mau kopi susu sekalipun, saya tidak suka. Tapi juga tidak benci. Saya hanya sesekali meminumnya. Tapi jika disuruh memilih antara coklat panas dan kopi, ya saya lebih mending susu.

#gaje #ha #lawakbangetdah #jayus

Intinya begitu; saya tidak suka kopi. Tapi rata-rata anak lelaki suka kopi. Karenanya saya buat tokoh Fikri, tokoh yang tidak suka kopi. Beserta pasangannya yang juga tidak suka kopi. Karena jika nanti saya buat mereka cerita dengan akhir menyedihkan, maka cukuplah para pembaca yang kepahitan Tokohnya tidak perlu. Penulisnya apalagi.

#gaje #ha #lawakbangetdah #jayus (2)

Dan omong-omong soal Fikri, pertama kali aku suka nama itu, karena ada seseorang dengan nama yang sama, yang sejak pertama kali mengobrol, rasanya nyaman dan nyambung. Makanya saya buat tokoh Fikri, tapi versi lebih sempurna. Yang saya lukiskan tentang Fikri adalah:

 1. Kekehannya indah
 2. Tawanya merdu

Tidak ada seorang pun yang punya kekehan indah dan tawa merdu, meski saya sekalipun tidak tau kekehan dan tawa macam apa yang Fikri punya. Makanya, hingga sekarang saya masih menunggu seseorang itu. Dengan kekehan indah dan tawa merdunya.

Duh, maaf ya. Maklum kelamaan sendiri penulisnya.

Jadi kesimpulan dari seluruhnya adalah, saya gak ada kerjaan meski tugas fisika sudah tertawa meledek saya yang tepar duluan melihat sosoknya. Saya gak ada kerjaan meski catatan tugas begitu banyak minta dicoret. Saya gak ada kerjaan meski harus mengurus ini-itu. Mencapai target ini-itu.

Kututup pos ini. Sekian. Wassalamu'alaikum wr.wb. Selamat menikmati malam yang indah bagi yang membaca ini di malam hari. Selamat menikmati malam yang indah nanti bagi yang membaca ini di subuh, pagi, siang, atau sore hari.

Percayalah, subuh adalah waktu terindah.

#gaje #ha #lawakbangetdah #jayus (3)

Maaf lawakan jayus nan receh bin aneh. Otak saya sedang sesuatu. Bay!

Komentar

Postingan Populer